Alasan Soekarno Pilih Tanggal 17 Agustus untuk Proklamasi Kemerdekaan RI
KOMPAS.com - Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan untuk mengenang Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Presiden pertama Indonesia yakni Soekarno pada 17 Agustus 1945. Pada tanggal tersebut, Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan di Jakarta, menandai lahirnya Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Namun, pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa pertimbangan. Soekarno memiliki alasan tersendiri sebelum akhirnya menetapkan 17 Agustus 1945 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Lantas, mengapa Soekarno memilih tanggal 17 Agustus?
Alasan Soekarno memilih 17 Agustus Dilansir dari Kompas.com, Jumat (18/8/2023), salah satu pertimbangan Soekarno adalah tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Jumat Legi dalam kalender Jawa. Hari tersebut dipercaya memiliki makna sebagai hari yang baik, suci, dan membawa kebahagiaan. Baca juga: Mengingat Jahitan Fatmawati di Balik Sang Saka Merah Putih Selain itu, Soekarno juga menganggap angka 17 sebagai angka yang memiliki makna khusus. Dalam Islam, Al Quran disebut diturunkan pada 17 Ramadhan. Sementara itu, jumlah rakaat dalam salat lima waktu adalah 17 rakaat. Pertimbangan tersebut semakin menguatkan keyakinan Soekarno bahwa tanggal 17 merupakan waktu yang baik untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Baca juga: BMKG Ungkap Wilayah Berpotensi Hujan Lebat hingga 17 Agustus 2026, Mana Saja? Sempat didesak golongan muda Sebelum Proklamasi, penentuan waktu kemerdekaan sempat menjadi perdebatan antara Soekarno-Hatta dan golongan muda. Golongan muda menginginkan Proklamasi segera dilakukan, bahkan pada 15 Agustus 1945. Mereka khawatir kemerdekaan Indonesia dianggap sebagai hadiah dari Jepang setelah negara tersebut menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Baca juga: Wajah Upacara HUT RI dari Presiden ke Presiden... Pada 15 Agustus 1945, golongan muda mendatangi kediaman Soekarno dan mendesaknya segera memproklamasikan kemerdekaan.